Jawaban singkat
Proposal permohonan bantuan modal usaha perorangan cukup 2 sampai 4 halaman dengan tujuh bagian: surat pengantar, profil usaha, rencana penggunaan dana, hitungan keuangan, jaminan atau komitmen pengembalian, risiko, dan lampiran. Yang paling dibaca pemberi dana adalah jumlah yang diminta, rinciannya, dan kemampuan Anda mengembalikan. Template siap salin dan contoh hitungan Rupiah ada di bawah.
Contoh proposal bantuan modal yang muncul di pencarian kebanyakan berupa berkas PDF dari satu usaha tertentu, sehingga sulit disesuaikan. Di sini Anda mendapat kerangka yang bisa diisi dalam satu sore, contoh angka untuk usaha kecil perorangan, dan daftar kesalahan yang membuat permohonan ditolak.
Poin penting
- Proposal perorangan tidak perlu tebal. Dua sampai empat halaman dengan angka yang jelas lebih berguna daripada sepuluh halaman narasi.
- Tulis jumlah dana, rincian pemakaian, dan rencana pengembalian. Tiga hal ini yang dicari pembaca pertama kali.
- Pisahkan modal kerja (bahan, stok) dari modal investasi (alat, renovasi). Bank dan lembaga pembiayaan biasanya membedakannya.
- Syarat tiap pemberi dana berbeda. Tanyakan format dan daftar dokumen ke bank, koperasi, lembaga zakat, atau dinas sebelum menyusun.
- Semua angka di contoh adalah ilustrasi. Ganti dengan angka usaha Anda.
Ke mana proposal ini diajukan
Bantuan modal untuk usaha perorangan bisa datang dari beberapa pintu. Bentuk proposalnya mirip, tetapi persyaratannya berbeda.
| Pemberi dana | Biasanya meminta | Catatan |
|---|---|---|
| Bank atau koperasi | Proposal singkat, NIB atau surat keterangan usaha, KTP, catatan penjualan | Ada cicilan dan bunga, tanyakan simulasinya |
| Program pemerintah, mis. pembiayaan Ultra Mikro | KTP dan usaha yang berjalan, diajukan lewat lembaga penyalur | Plafon Rp20 juta per debitur menurut PMK 193/PMK.05/2020 |
| Lembaga zakat, CSR, atau dinas | Proposal sesuai format mereka, foto usaha, rincian dana | Bantuan bisa berupa hibah atau barang, syarat per lembaga |
| Keluarga atau rekan usaha | Penjelasan tertulis agar sama-sama jelas | Tetap tulis jumlah dan jadwal kembali |
Syarat dan bunga program pemerintah dapat berubah. Cek langsung ke lembaga penyalur sebelum mengajukan.
Template proposal permohonan bantuan modal usaha (salin dan isi)
PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN MODAL USAHA
[NAMA USAHA] - [NAMA PEMILIK]
Kepada Yth. [NAMA PEMBERI DANA / JABATAN]
di [KOTA]
Dengan hormat,
Saya [NAMA LENGKAP], pemilik usaha [JENIS USAHA] di [ALAMAT], mengajukan
permohonan bantuan modal sebesar Rp [JUMLAH] untuk [TUJUAN SINGKAT].
Proposal terlampir menjelaskan usaha, rencana pemakaian dana, dan rencana
pengembalian. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
[Kota, tanggal]
[Tanda tangan] [Nama] [No. WhatsApp]
1. PROFIL USAHA
Nama usaha: [ ] Bidang: [ ] Mulai beroperasi: [BULAN/TAHUN]
Legalitas: [NIB / surat keterangan usaha / belum ada]
Lokasi: [ALAMAT] Tenaga kerja: [jumlah]
Produk atau layanan: [ ] Harga: Rp [ ]
2. KONDISI USAHA SAAT INI
Penjualan rata-rata per bulan: Rp [ ] (dasar: catatan [BULAN] sampai [BULAN])
Pelanggan tetap: [jenis dan jumlah] Kendala: [satu atau dua kalimat]
3. KEBUTUHAN DAN RENCANA PENGGUNAAN DANA
Jumlah diminta: Rp [ ]
| Pos | Jumlah | Fungsi |
| [alat/bahan/stok] | Rp [ ] | [kenapa dibutuhkan] |
4. DAMPAK DAN PROYEKSI KEUANGAN (per bulan)
Sebelum dana: penjualan Rp [ ], laba Rp [ ]
Sesudah dana: penjualan Rp [ ], laba Rp [ ]
Dasar angka: [kapasitas alat, jumlah pesanan, harga]
5. RENCANA PENGEMBALIAN
Bentuk: [cicilan / bagi hasil / hibah tanpa pengembalian]
Nominal per bulan: Rp [ ] Lama: [ ] bulan Sumber pembayaran: [laba usaha]
6. RISIKO DAN CARA MENGATASI
[Penjualan turun]: [langkah] [Bahan naik]: [langkah]
7. LAMPIRAN
KTP, NIB atau surat keterangan usaha, foto tempat usaha dan produk,
catatan penjualan 3 bulan, rincian harga dari penjual alat atau bahan.
Tulis surat pengantar paling akhir. Setelah angka selesai, tujuan dan jumlahnya sudah pasti.
Contoh nyata: usaha kue pesanan di Gading Serpong (ilustrasi)
Contoh ini rekaan untuk belajar, bukan data klien. Seorang pemilik usaha kue pesanan rumahan di Gading Serpong menjual kue ulang tahun dan kotak kue arisan. Penjualan rata-rata Rp 6.000.000 per bulan dari pesanan lewat WhatsApp. Ia mengajukan Rp 15.000.000 supaya bisa melayani lebih banyak pesanan.
| Pos | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|
| Oven listrik 2 rak | Rp 5.500.000 | Panggang dua loyang sekaligus |
| Stand mixer | Rp 3.500.000 | Adonan lebih cepat dan seragam |
| Kemasan dan stiker merek | Rp 2.000.000 | Stok kotak untuk tiga bulan |
| Bahan baku awal | Rp 3.000.000 | Stok tepung, mentega, cokelat |
| Foto produk dan promosi | Rp 1.000.000 | Konten untuk Instagram dan WhatsApp |
| Total | Rp 15.000.000 |
Proyeksi bulanan
- Sebelum dana: 30 pesanan × rata-rata Rp 200.000 = Rp 6.000.000. Bahan dan kemasan sekitar 55%, jadi laba kotor Rp 2.700.000.
- Sesudah dana: kapasitas naik menjadi 50 pesanan, omzet Rp 10.000.000, laba kotor Rp 4.500.000.
- Tambahan laba kotor: Rp 4.500.000 − Rp 2.700.000 = Rp 1.800.000 per bulan.
30 pesanan
50 pesanan
45%
45%
Sumber: contoh ilustrasi Nova Media Lab
Rencana pengembalian (contoh pinjaman 12 bulan tanpa bunga, untuk mudahnya): Rp 15.000.000 ÷ 12 = Rp 1.250.000 per bulan. Angka ini di bawah tambahan laba Rp 1.800.000, sehingga masih ada selisih Rp 550.000. Bila pemberi dana mengenakan bunga atau biaya administrasi, tambahkan ke cicilan dan hitung ulang. Jika cicilan lebih besar dari tambahan laba, kecilkan jumlah dana yang diminta atau perpanjang tenor.
Mengapa angka 50 pesanan harus ada dasarnya
Pemberi dana akan bertanya dari mana 50 pesanan itu. Jawabannya bisa berupa kapasitas alat (oven dua rak mampu memanggang dua loyang sekaligus) dan catatan pesanan yang ditolak karena penuh. Tulis dasar itu di proposal. Target tanpa dasar mudah dicoret.
Cara menyusun proposal dalam lima langkah
Kumpulkan catatan penjualan
Ambil catatan 3 bulan terakhir dari buku, WhatsApp, atau aplikasi kasir. Hitung rata-rata per bulan.Minta rincian harga
Dapatkan harga alat atau bahan dari toko atau marketplace, lalu simpan tangkapan layarnya sebagai lampiran.Hitung tambahan laba
Selisih laba sebelum dan sesudah dana. Angka ini menentukan cicilan yang masuk akal.Tulis proposal dengan template
Isi tujuh bagian, jaga tetap 2 sampai 4 halaman, lalu tulis surat pengantar terakhir.Cocokkan dengan syarat pemberi dana
Tanyakan format dan dokumen yang diminta. Bila perlu NIB, pengurusannya lewat OSS dan gratis untuk usaha mikro dan kecil.
Kesalahan yang membuat permohonan ditolak
Checklist sebelum mengirim
Cek cepat
0/5Jika proposal Anda macet
Jika tidak berhasil
Tidak punya catatan penjualan tertulis.
Kemungkinan penyebab: Pesanan selama ini hanya lewat chat dan transfer.
Solusi: Rekap dari riwayat WhatsApp dan mutasi rekening 3 bulan terakhir, lalu rangkum dalam satu tabel sederhana.
Usaha belum punya NIB.
Kemungkinan penyebab: Belum mengurus perizinan usaha.
Solusi: Daftar NIB di oss.go.id, atau tanyakan apakah surat keterangan usaha dari kelurahan diterima sebagai gantinya.
Jumlah yang dibutuhkan lebih besar dari yang bisa dicicil.
Kemungkinan penyebab: Tambahan laba bulanan lebih kecil dari cicilan.
Solusi: Kecilkan dana yang diminta, ajukan tahap pertama, atau perpanjang tenor, lalu hitung ulang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa halaman proposal bantuan modal usaha perorangan? Dua sampai empat halaman cukup, ditambah lampiran. Panjang bukan ukuran kualitas.
Apakah harus ada NIB? Tergantung pemberi dana. Banyak bank dan program meminta NIB atau surat keterangan usaha. Tanyakan sebelum menyusun.
Berapa dana yang sebaiknya diminta? Sebesar kebutuhan yang bisa dirinci dan dicicil dari tambahan laba. Dana yang tidak bisa dirinci biasanya ditolak.
Apakah contoh di artikel ini bisa langsung dikirim? Tidak. Angkanya ilustrasi. Ganti dengan data usaha Anda dan sesuaikan format dengan pemberi dana.
Baca juga
- Contoh proposal usaha makanan lengkap dengan template
- Contoh proposal kerjasama
- Ide usaha modal kecil
- Paket Ramai untuk menambah pesanan
Sumber
- OSS: Perizinan Berusaha Terintegrasi (NIB) · diakses 27 Oktober 2026
- DJPb Kemenkeu: Program Pembiayaan UMi Diperluas (PMK 193/PMK.05/2020, plafon Rp20 juta) · diakses 27 Oktober 2026



