Jawaban singkat
Invoice DP adalah tagihan uang muka yang Anda kirim sebelum pekerjaan dimulai, berisi nomor invoice, total proyek, persentase dan nominal DP, sisa tagihan, rekening, dan batas bayar. Contoh: proyek Rp 12.000.000 dengan DP 30% berarti invoice DP Rp 3.600.000 dan sisa Rp 8.400.000 ditagih lewat invoice pelunasan. Template teks siap salin ada di bawah.
Banyak pekerjaan jasa dan pesanan besar baru dimulai setelah DP masuk. Masalahnya, invoice DP yang asal-asalan membuat pembeli bingung: DP-nya untuk apa, sisanya berapa, dan kapan harus dibayar.
Artikel ini memberi dua template yang saling nyambung (invoice DP dan invoice pelunasan), hitungan dalam Rupiah, serta catatan soal meterai dan PPN yang kami baca langsung dari halaman Direktorat Jenderal Pajak (dicek 20 Oktober 2026).
Poin penting
- Invoice DP menagih sebagian nilai transaksi di muka. Invoice pelunasan menagih sisanya dan harus menyebut DP yang sudah dibayar.
- Tulis total proyek, persen DP, nominal DP, dan sisa sebagai baris terpisah, bukan satu angka gabungan.
- Dokumen yang menyebut penerimaan uang lebih dari Rp 5.000.000 termasuk objek bea meterai Rp 10.000, menurut DJP.
- PPN atas DP hanya relevan jika Anda PKP. Menurut DJP, PKP membuat faktur pajak uang muka saat DP diterima.
- Kirim invoice DP sebelum mulai bekerja dan sepakati dulu apa yang terjadi jika proyek batal.
Apa isi invoice DP dan bedanya dengan invoice biasa
Invoice DP adalah invoice yang menagih sebagian nilai transaksi sebelum barang atau jasa diserahkan penuh. Pada akhir proyek, DP ini diperhitungkan sebagai pengurang di invoice pelunasan. Dasar umum tentang invoice, kuitansi, dan nota ada di contoh invoice untuk usaha kecil.
| Bagian | Invoice DP | Invoice pelunasan |
|---|---|---|
| Fungsinya | Menagih uang muka di awal | Menagih sisa setelah pekerjaan selesai |
| Kapan dikirim | Setelah penawaran disetujui, sebelum mulai kerja | Saat pekerjaan atau barang diserahkan |
| Angka kunci | Total proyek, % DP, nominal DP | Total proyek, DP sudah dibayar, sisa |
| Wajib ada | Tanggal batas bayar DP, rekening | Rujukan nomor invoice DP |
Satu aturan praktis: invoice pelunasan tidak boleh menagih ulang total penuh. Selalu tampilkan baris "DP sudah dibayar" sebagai pengurang supaya pembeli melihat bahwa uangnya tidak dihitung dua kali.
Contoh hitungan DP dalam Rupiah
Contoh berikut ilustrasi (bukan klien nyata): sebuah studio desain di Gading Serpong mengerjakan paket identitas visual senilai Rp 12.000.000 dan meminta DP 30%.
| Rincian | Hitungan | Jumlah |
|---|---|---|
| Total proyek | Paket identitas visual | Rp 12.000.000 |
| DP 30% | 30% × Rp 12.000.000 | Rp 3.600.000 |
| Sisa pelunasan | Rp 12.000.000 − Rp 3.600.000 | Rp 8.400.000 |
Dibayar sebelum pekerjaan dimulai
Dibayar saat pekerjaan diserahkan
Sumber: contoh ilustrasi, bukan data klien nyata
Berapa persen DP yang wajar? Tidak ada angka baku. Yang terbaik adalah menyesuaikan dengan biaya awal yang benar-benar Anda tanggung (bahan, sewa, tim) lalu menulisnya di penawaran. Pemilihan 30% atau 50% di sini hanya contoh hitungan.
Template invoice DP yang bisa Anda salin
Salin ke WhatsApp, Google Docs, atau Excel, lalu ganti bagian dalam tanda kurung:
INVOICE DP (UANG MUKA)
No. Invoice : INV/2026/10/014-DP
Tanggal : 20 Oktober 2026
Bayar paling lambat : 23 Oktober 2026
Dari : [Nama usaha] · [alamat] · [no. WhatsApp]
Untuk : [Nama pembeli] · [alamat atau no. telepon]
Pekerjaan : [Nama proyek / pesanan]
Total nilai proyek : Rp 12.000.000
DP 30% : Rp 3.600.000
Sisa (pelunasan nanti) : Rp 8.400.000
DITAGIH SEKARANG : Rp 3.600.000
Pembayaran ke : [Nama bank] [no. rekening] a.n. [nama pemilik]
Catatan : Pekerjaan dimulai setelah DP diterima.
Mohon cantumkan nomor invoice saat transfer
dan kirim bukti transfer ke [no. WhatsApp].
Template invoice pelunasan
Kirim ini saat pekerjaan selesai. Perhatikan baris DP yang dikurangkan:
INVOICE PELUNASAN
No. Invoice : INV/2026/10/014-LUNAS
Tanggal : 10 November 2026
Bayar paling lambat : 13 November 2026
Dari : [Nama usaha] · [no. WhatsApp]
Untuk : [Nama pembeli]
Rujukan : Invoice DP No. INV/2026/10/014-DP
Total nilai proyek : Rp 12.000.000
DP sudah dibayar (23 Okt): Rp 3.600.000 (-)
SISA YANG DITAGIH : Rp 8.400.000
Pembayaran ke : [Nama bank] [no. rekening] a.n. [nama pemilik]
Nomor -DP dan -LUNAS dengan angka dasar yang sama memudahkan Anda mencocokkan dua tagihan untuk satu proyek, terutama saat ada belasan pesanan berjalan.
Langkah mengirim invoice DP dengan benar
Sepakati penawaran tertulis
Tulis ruang lingkup, total harga, dan persentase DP di penawaran. Contohnya ada di contoh surat penawaran.Terbitkan invoice DP sebelum mulai
Beri nomor unik dan tanggal batas bayar yang jelas, lalu kirim sebagai PDF atau teks terpisah.Cocokkan pembayaran masuk
Minta nomor invoice dicantumkan saat transfer. Catat tanggal DP diterima.Mulai kerja setelah DP masuk
Jangan mulai sebelum uang diterima, kecuali Anda siap menanggung risikonya.Terbitkan invoice pelunasan
Tampilkan DP yang sudah dibayar sebagai pengurang, lalu tagih sisanya.
Cek sebelum mengirim invoice DP
0/6Meterai dan PPN pada DP: yang perlu Anda tahu
Bea meterai. Halaman DJP menyebut tarif Rp 10.000 per dokumen sejak 1 Januari 2021. Dokumen yang menyatakan jumlah uang lebih dari Rp 5.000.000 dan menyebutkan penerimaan uang (atau berisi pengakuan bahwa utang telah dilunasi atau diperhitungkan) termasuk objek bea meterai. Karena itu, kuitansi tanda terima DP di atas Rp 5.000.000 lebih mungkin memerlukan meterai daripada invoice tagihan. DP Rp 3.600.000 pada contoh di atas berada di bawah batas tersebut.
PPN dan faktur pajak uang muka. Ini hanya berlaku jika usaha Anda sudah menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP). Artikel DJP tentang faktur pajak uang muka di Coretax, yang mengacu pada PER-11/PJ/2025, menyatakan bahwa PKP wajib membuat faktur pajak saat menerima pembayaran sebelum penyerahan barang atau jasa, termasuk uang muka. Kolom nama barang atau jasa pada faktur pajak ditambah keterangan "uang muka", dan pada faktur pelunasan ditambah keterangan "pelunasan". Jika usaha Anda belum PKP, tidak ada faktur pajak yang perlu diterbitkan.
Baca jugaInvoice adalah: pengertian dan contoh untuk usaha kecilIsi invoice, bedanya dengan kuitansi, dan template tagihan biasa untuk usaha kecil.Kesalahan yang sering terjadi pada invoice DP
Jika tidak berhasil
Pembeli bilang DP sudah dibayar penuh padahal baru sebagian
Kemungkinan penyebab: Invoice hanya menulis satu angka tanpa total proyek dan sisa
Solusi: Tulis total proyek, nominal DP, dan sisa sebagai baris terpisah di invoice DP dan invoice pelunasan
Pembeli menagih kembali DP saat proyek batal
Kemungkinan penyebab: Syarat pembatalan tidak tertulis
Solusi: Cantumkan di penawaran apakah DP bisa dikembalikan atau hangus, dan minta persetujuan sebelum invoice DP dikirim
Transfer masuk tapi tidak jelas untuk proyek yang mana
Kemungkinan penyebab: Nomor invoice tidak dicantumkan di berita transfer
Solusi: Minta pembeli menulis nomor invoice saat transfer dan cantumkan permintaan itu di bagian catatan
Invoice pelunasan menagih total penuh
Kemungkinan penyebab: Template lama dipakai tanpa baris DP sebagai pengurang
Solusi: Tambahkan baris DP sudah dibayar dengan tanggal pembayarannya dan rujuk nomor invoice DP
Supaya alur tagihan tidak bergantung pada ingatan satu orang, tulis sebagai prosedur tetap; kerangkanya ada di contoh SOP perusahaan. Kalau Anda juga menawarkan kerja sama dengan mitra, lihat contoh proposal kerjasama.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu invoice DP? Invoice DP adalah tagihan uang muka yang dikirim penjual sebelum barang atau jasa diserahkan penuh. Nilainya sebagian dari total transaksi dan akan dikurangkan pada invoice pelunasan.
Berapa persen DP yang wajar? Tidak ada angka baku. Tentukan sesuai biaya awal yang Anda tanggung dan tulis persentasenya di penawaran. Pada artikel ini 30% dan 50% hanya dipakai sebagai contoh hitungan.
Apakah invoice DP perlu meterai? Menurut DJP, dokumen yang menyebutkan penerimaan uang lebih dari Rp 5.000.000 termasuk objek bea meterai Rp 10.000. Invoice tagihan dan kuitansi punya fungsi berbeda, jadi cek jenis dokumen Anda ke kantor pajak atau akuntan.
Apakah DP dikenai PPN? Hanya jika Anda PKP. Menurut DJP, PKP membuat faktur pajak uang muka pada saat menerima pembayaran sebelum penyerahan barang atau jasa. Jika belum PKP, tidak ada faktur pajak.
Apa beda invoice DP dan kuitansi DP? Invoice DP meminta pembayaran uang muka. Kuitansi DP adalah bukti bahwa uang muka sudah diterima, dibuat setelah uangnya masuk.
Baca juga
- Invoice adalah: pengertian dan contoh: dasar invoice, kuitansi, dan nota.
- Contoh surat penawaran barang dan jasa: tempat menulis persen DP sebelum invoice terbit.
- Contoh proposal kerjasama: untuk kerja sama yang butuh perjanjian lebih formal.
- XML Coretax untuk pemilik usaha: data penjualan yang rapi mempermudah pelaporan.
- Contoh SOP perusahaan: ubah alur penagihan menjadi prosedur tetap.
Sumber
- Direktorat Jenderal Pajak — Bea Meterai · diakses 20 Oktober 2026
- Direktorat Jenderal Pajak — Cara Membuat Faktur Pajak Uang Muka dan Pelunasan di Coretax DJP · diakses 20 Oktober 2026
- Krishand Software — Invoice Down Payment (DP): Pengertian, Ketentuan Pajak, dan Pengelolaannya · diakses 20 Oktober 2026



